Pages

BERWISATA AMAN UNTUK WANITA

Thursday, March 19, 2015
Anda tak perlu ragu-ragu dan takut berwisata sendirian. Bagi wanita, berwisata sendirian (solo) menimbulkan kesenangan, tantangan sekaligus pengalaman luar biasa. Selain bisa pergi kemana saja yang Anda sukai, juga menikmati keindahan kota atau negara yang dikunjungi. Bagi wanita yang tidak biasa, wisata sendirian tentu cukup menakutkan. Tapi, tak perlu khawatir, Anda bisa, kok, aman dan nyaman selama berwisata. Berikut sepuluh tips yang membuat perjalanan Anda menyenangkan.
1 Memilih Hotel
Saat berwisata sendirian , pertimbangkan beberapa hal saat mencari kamar hotel agar Anda merasa lebih aman. Mungkin Anda bisa meminta kamar dekat lift sehingga tidak perlu berjalan lama jika terjadi sesuatu. Selain itu, Anda tak perlu melewati lorong yang sepi untuk mencapai kamar.
Saat mengisi formulir pendaftaran, pertimbangkan memakai nama inisial saja, dan lewatkan kotak yang berisi status Anda. Minta petugas resepsionis memberikan nomor kamar dan tidak menyebutkan dengan nada keras. Tujuannya, mencegah orang di sekitar mengetahui di kamar berapa Anda menginap.
Jika berada di hotel yang mengharuskan Anda meninggalkan kunci saat pergi ke luar, pastikan petugasnya meletakkan kunci di tempat yang aman, jangan meninggalkan di meja petugas.
2 Datang Saat Siang
Usahakan sampai di sebuah kota atau negara saat matahari masih bersinar terang alias siang hari. Karena di kota-kota kecil, biasanya di malam hari terminal bus atau kereta api sudah sepi, menakutkan, dan tutup lebih awal dibanding kota besar. Jika Anda tiba saat siang hari berarti lebih mudah menemukan tempat tinggal atau hotel sebelum gelap tiba.
3 Simpan Dokumen
Gunakan tas yang aman sebagai tempat menyimpan uang dan dokumen penting lainnya. Kalau bisa memakai tali selempang agar posisi tas bisa diletakkan di depan. Foto copy paspor, KTP, atau kartu kredit Anda dan letakkan di tempat terpisah yang aman.
4 Gunakan Pakaian Sopan
Agar tidak menarik perhatian orang di sekitar, gunakan pakaian yang sopan, tidak terbuka, atau menonjolkan bagian tertentu. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pakailah rok atau celana panjang. Selain nyaman, Anda pun bisa bergerak lebih bebas.
5 Mencoba Bergabung
Saat berwisata sendirian , bergabung dan bertukar informasilah dengan pengunjung lokal atau sesama turis. Anda bisa mengasosiasikan diri dengan orang lain sehingga lebih kecil kemungkinannya diganggu. Misalnya, di beberapa negara, ada ruang tunggu stasiun kereta api khusus perempuan. Bergabung dengan sebuah keluarga saat naik transportasi umum adalah salah teknik yang bisa digunakan agar Anda tidak terlihat sendirian.
6 Teknik Pencegahan
Saat bepergian mungkin beberapa kali Anda mendapatkan tatapan yang tidak diinginkan, panggilan tidak sopan, atau bahkan pelecehan. Tentu saja Anda harus memiliki teknik pencegahan agar tidak mengalami hal kurang menyenangkan tersebut. Paling tidak Anda menguasai bahasa setempat atau bahasa Inggris jika ke luar negeri.
Pura-pura tidak tahu atau tidak mendengar saat Anda merasa diganggu. Tidak perlu menanggapi sama sekali pembicaraan mereka supaya aman. Bisa juga selama perjalanan di kereta atau bis, Anda membawa novel atau mengirim berita ke teman-teman hingga Anda terlihat sibuk.
7 Belajar Budaya & Kebiasaan
Tiap negara memiliki adat dan kebiasaan berbeda, mulai dari bahasa, cara makan, bicara atau lainnya. Sebelum Anda pergi, ada baiknya sedikit mempelajari kebiasaan tersebut agar tidak merasa canggung atau bingung saat tiba di tujuan. Bisa juga mengobrol dengan teman yang sudah pernah datang ke tempat tersebut.
8 Jangan Bingung
Berjalan dengan penuh percaya diri adalah teknik yang pas agar Anda tidak menarik perhatian orang. Wajah yang kebingungan akan membuat Anda rentan menjadi sasaran orang jahat saat berwisata sendirian . Jika Anda tersesat atau tak tahu arah, cobalah bertanya ke toko, restoran, atau polisi di jalan. Bawalah peta dan pelajari dulu sebelum pergi agar tak perlu melihat di jalan.
9 Tetap Ber­komunikasi
Jangan lupa menitipkan nomor telepon kepada orang yang bisa segera dihubungi jika terjadi sesuatu. Tinggalkan catatan atau jadwal perjalanan Anda kepada keluarga atau teman-teman. Atau kabarkan via e-mail, posting di sosial media, sehingga orang tahu keberadaan Anda dimana.
Anda juga dapat mendaftar ke Departemen Luar Negeri tentang perjalanan Anda secara online . Dengan mendaftarkan perjalanan berarti kedutaan mengetahui kehadiran Anda di sebuah negara. Hal ini sangat membantu ketika Anda bepergian ke daerah berbahaya atau terjadi bencana alam.
10 Jaga Keselamatan
Melakukan hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan tentu harus dihindari, terutama bila Anda berwisata sendirian . Jadi, sebaiknya jangan jalan-jalan sampai larut malam, jangan minum dengan laki-laki asing, jangan terlalu banyak membawa uang dalam tas

Noverita K. Waldan/dari berbagai sumber
Read more ...

TAKE A PICTURE

Tuesday, March 17, 2015
Hampir semua destinasi Anda diabadikan dalam sebuah gambar. Tak ayal, orang mengunjungi suatu tempat hanya beralasan untuk membidik gambar yang terlihat natural, unik, menarik, indah, dan berbeda. Bahkan pada saat moment anda di dalam laut pun, sesi photo tak akan pernah ketinggalan.

Ada satu tips yang sangat penting bagi Anda yang hobi travelling, bahwa ketika gambar itu diambil sebaiknya tidak hanya di abadikan di dalam hape atau camera, sebaiknya cuci cetak ulanglah photo tersebut karena hal-hal yang tidak mungkin bisa saja terjadi di hape atau kamera anda.  Ketika Anda sudah cetak ulang maka hal seperti ini lebih mudah untuk dilihat selain itu Anda juga bisa menggantung di dinding dalam sebuah frame yang berlatarkan peta dunia. Sehingga, keinginan Anda untuk menjelajah akan terekam dalam album  atau frame kenangan itu.

Bagi Anda yang hobi menulis, anda bisa berbagi cerita dan berbagi foto pengalaman travelling di website And, tentunya hal ini jauh lebih bermanfaat bukan?Bagaimana dengan Anda?

Read more ...

VIEW OF HONGKONG

Tuesday, March 17, 2015
1. Tai Cheong Bakery in Hongkong, People said that you have to see before you die ^^
Tai Cheong Bakery in Hong Kong. Why you have to see it: Everyone rants and raves about Tai Cheong’s legendary egg tarts. Once you taste the silky smooth dessert, you might be running down the streets of Hong Kong shoving these things in your mouth. 
 2. The Street of Hongkong
3. Hong Kong French Toast
 4. Jiulong Waterfall 
 5. The internationally-famous 'Peak Tram' has been taking passengers to Victoria Peak for more than a century and riding it is one of Hong Kong's "must dos"

 TOUR HONKONG
Start from: IDR 6,526,200/PAX
FOTLINE : 0852 15568772 

Read more ...

GANTI RUGI ATAS DELAY PENERBANGAN

Tuesday, March 17, 2015
Pernah mengalami delay penerbangan atau bahkan Anda sering mengalaminya karena tidak mustahil ada beberapa meskapai yang melakukan penerbangan seperti alasan cuaca, teknis, dan lain-lain. Sementara itu kita sebagai penumpang baik sebagai bisnismen atau karyawan yang memiliki agenda kerja/meeting tentu hal-hal seperti ini sangat mengganggu aktifitas kita dari kerugian waktu bahkan materi.

Lalu, bagaimana dengan ganti rugi dari pihak maskapai kepada penumpang?
Terkait dengan keterlambatan angkutan udara, UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan (“UU Penerbangan”) menjelaskan definisi keterlambatan sebagai “terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan”.

Jenis – jenis keterlambatan kemudian diperjelas dalam Peraturan menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara (“Permenhub 77/2011”). Menurut Pasal 9 Permenhub 77/2011, keterlambatan terdiri dari :
  • Keterlambatan penerbangan (flight delayed)
  • Tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger); dan
  • Pembatalan penerbangan (cancelation flight)
  • untuk keterlambatan penerbangan (flight delayed), maskapai penerbangan bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpangnya. Berikut rangkuman dari Pasal 36 peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara :
  • Keterlambatan 30 – 90 menit : Penumpang berhak mendapatkan ganti rugi makanan dan minuman ringan.
  • Keterlambatan 90 – 180 menit : Penumpang berhak mendapatkan ganti rugi makan siang atau makan malam, transfer penerbangan **.
  • Keterlambatan lebih dari 180 menit : Penumpang berhak mendapat makan siang atau makan malam, penginapan*, transfer penerbangan **.
  • Keterlambatan lebih dari 4 jam : Penumpang berhak mendapatkan ganti rugi Rp. 300.000***. Makan siang atau makan malam, penginapan, dan transfer penerbangan*.
Keterangan :
(*) = Penginapan jika penerbangan lanjutan hanya ada esoknya
(**) = Transfer atas permintaan penumpang
(***) = ganti rugi uang hanya 50% jika maskapai menyediakan tiket dan transportasi lain ke tujuan.

Dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.

Jadi, jika pesawat mengalami keterlambatan, Anda berhak mendapat ganti rugi sesuai peraturan di atas. Tapi perlu dicatat juga bahwa pengangkut dibebaskan dari tanggung jawab atas ganti kerugian akibat keterlambatan yang disebabkan oleh faktor cuaca dan/atau teknis operasional. Faktor cuaca diantaranya adalah hujan lebat, petir, badai, dan sebagainya. Sedangkan teknik operasional meliputi lingkungan menuju bandar udara atau landasan terganggu, misalnya retak, banjir, atau kebakaran, dan sebagainya.

*berbagai sumber
Read more ...

DESTINASI UMUM KALSEL

Monday, March 16, 2015

Pariwisata Kalsel

PULAU KEMBANG OBJEK WISATA KALSEL
Bagi pendatang ke Banjarmasin rasanya kurang lengkap kalau tidak mengunjungi Pulau Kembang di tengah Sungai Barito pinggiran Kota, dimana terdapat sekitar dua ribu ekor kera jinak.
Untuk mencapai pulau kembang yang merupakan delta tersebut cukup gampang cukup naik klotok sekitar setengah jam dari kota sudah sampai ke tujuan, disana pengunjung bisa bercanda dengan kera jinak atau kera abu-abu di lokasi ini.
Pihak pengunjung tak usah takut karena kera tersebut tidak akan menyerang pengunjung, asal pengunjung tidak menggangunya cukup dengan memberikan makanan, berupa kacang tanah, pisang , atau buah-buahan lainnya.
kera2.jpg monyet.jpg Salah seorang pengunjung Pulau Kembang, serta kumpulan monyet di lokasi tersebut.
idik.jpg
PULAU KEMBANG
Pulau Kembang adalah sebuah delta seluas 60 Ha yang terletak di tengah sungai Barito dan merupakan habitat kera ekor panjang (monyet) dan beberapa jenis burung. Pada tahun 1976, pulau ini ditetapkan sebagai hutan wisata berdasarkan SK. Menteri Pertanian No. 788/Kptsum12/1976.
Menurut cerita, pulau Kembang berasal dari kapal Inggris yang dihancurkan oleh orang Biaju pada tahun 1750-an atas perintah sultan Banjar. Puing-puing bekas kapal tersebut lambat laun ditumbuhi pepohonan dan berubah menjadi sebuah pulau yang kemudian didiami sekelompok kera. Orang-orang desa yang berada di sekitar pulau baru ini menganggap bahwa kera-kera tersebut merupakan penjelmaan orang halus yang memakai sarungan kera. Kelompok kera tersebut dipimpin oleh seekor kera yang sangat besar bernama si Anggur.
Munculnya keyakinan tersebut menjadikan pulau yang baru muncul ini dijadikan sebagai tempat bernazar. Masyarakat sekitar datang ke pulau ini dengan membawa sesajen seperti pisang, telor, nasi ketan, mayang-pinang, dan beberapa jenis kembang. Oleh karena sering digunakan untuk tempat berhajat dan menabur kembang, pulau baru tersebut lebih dikenal dengan sebutan Pulau Kembang.
Di dalam kawasan hutan wisata ini terdapat altar yang diperuntukkan sebagai tempat meletakkan sesaji bagi “penjaga” pulau Kembang yang dilambangkan dengan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (Hanoman). Keberadaan altar menunjukkan bahwa para pengunjung yang datang tidak sekedar berwisata melihat kera, tetapi juga datang untuk keperluan berdoa, khususnya orang-orang Cina.
Kera-kera di tempat ini yang berjumlah ratusan bahkan ribuan, sangat akrab (walaupun ada juga yang ganas) dengan para pengunjung. Biasanya ketika para wisatawan datang berkunjung, kera-kera tersebut banyak yang menunggu di dermaga, menunggu para wisatawan memberi mereka makanan seperti pisang, kacang dan sebagainya. Namun karena tidak semua kera-kera di tempat ini bersahabat dengan para pengunjung, maka ada baiknya para pengunjung memperhatikan hal-hal berikut ini:
Siapkan makan-makanan ringan seperti kacang kulit, pisang dan sebagainya untuk diberikan kepada para kera.
Taruhlah barang bawaan seperti tas di tempat yang aman dan tersembunyi. Barang bawaan atau tas terkadang direbut oleh sekelompok kera dan dibawanya kabur.
Berhati-hati juga menyimpan barang bawaan (tas atau sejenisnya) di dalam perahu klotok, karena kera-kera tersebut bisa naik ke klotok dan mengobrak-abrik barang bawaan para pengunjung.
Di lokasi wisata ini banyak peminta-minta, sehingga cukup bijaksana jika para pengunjung menyiapkan uang receh.
Para kera mengerubuti para pengunjung yang baru turun dari klotok
Pulau Kembang ditempati oleh ratusan bahkan ribuan monyet dan beberapa jenis burung. Bila tengah beruntung, pengunjung bisa bertemu dengan salah satu spesies monyet yang menjadi maskot fauna Kalimantan Selatan, yaitu Bekantan (Nasalis larvatus). Kera ini memiliki sifat pemalu, berambut cokelat kemerah-merahan, dan berhidung panjang. Di tempat ini, para pengunjung juga bisa menyaksikan kera-kera yang bisa berenang. Selain itu, para pengunjung dapat berinteraksi dengan memberikan makanan berupa kacang dan merasakan sensasi luar biasa ketika dikerubuti kera-kera yang sangat banyak tersebut.
Selain menjadi tempat ribuan kera, di tempat ini ternyata juga ada sebuah kuil yang biasanya digunakan oleh para pengunjung untuk meletakkan sesajen atau melaksanakan nadzarnya. Pulau ini sering dihubungkan dengan kejadian-kejadian mistis. Banyak para pengunjung yang mengaku mengalami hal-hal mistis seperti melihat jembatan yang menghubungkan pulau Kembang dengan daratan; melihat sosok pangeran berbaju putih mengendarai kuda melintas di atas jembatan itu, dan lain sebagainya.
Pulau Kembang terletak di tengah sungai Barito, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Pulau seluas 60 hektare ini berjarak sekitar 1,5 km kota Banjarmasin dan dapat ditempuh dengan menggunakan perahu klotok sewaan dengan harga sekitar Rp 200.000 perjamnya atau bisa lebih murah jika pengunjung pandai menawar. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi sekitar 10 menit dari kota Banjarmasin. (sumb:wisata melayu)
Jembatan Barito yang saat ini merupakan jembatan terpanjang di tanah air karena melebihi seribu meter, juga objek wisata Kalsel
sUMBER: hSAN ZAINUSSIN
Read more ...

COME TO BORNEO AND SAVE BEKANTAN

Monday, March 16, 2015
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,6/3 (Antara)- ” Itu dia” kata pengemudi klotok (perahu metor tempel) seraya menunjuk ke beberapa ekor Bekantan (Nasalis larvatus) yang bergelantungan di pohon Pulantan, di kawasan lahan rawa Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, atau sekitar 150 kilometer Utara banjarmasin.
“Wah banyak Bekantannya,” kata Erwin seorang kameraman Banjar TV seraya membidikkan kameranya ke arah kelompok kera hidung pandang endemik Pulau Kalimantan (Boeneo) tersebut.
Dengan pelan-pelan klotok merapat ke hamparan rawa yang ditumbubi Pulantan dan tanaman galam itu. “Jangan berisik,” kata pengemudi klotok itu mengingatkan, karena bekantan terlalu peka terhadap kedatangan orang.
Ternyata benar setelah melihat kedatangan rombongan yang terdiri dari wartawan yang tergabung dalam grup “pena hijau,” Forum Komunitas Hijau (FKH) , Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), peneliti dan dari karyawan perusahaan PT Antang Gunung Meratus (AGM), itu kelompok parimata itu menjauh.
Kendati menjauh namun binatang berkulit kuning kemerahan tersebut tetap bergelantungan di atas pohon, sehingga para wartawan bisa saja mengabadikan kehidupan satwa itu melalui kamera menggunakan lensa zoom.
“Alhamdulillah, aku dapat momen yang bagus,” kata Erwin lagi seraya terus membidikkan kamera videonya ke arah kehidupan bekantan yang konon terdapat sekitar 300 ekor di kawasan yang berdekatan dengan operasi perusahaan batubara PT AGM tersebut.
Pemantauan penulis kawasan yang ada kehidupan Bekantan tersebut terlihat hutan yang rusak, kendati masih ada pohon-pohon hijau, tetapi sebagian besar sudah “meranggas,” karena lahan itu tampak bekas kebakaran.
Para kera tersebut, tampak lebih banyak berada di daratan ketimbang di atas pohon, mereka makan daun-daun pakis (kelakai) yang memang hidup merambat di daratan, dan tampak waspada terhadap kedatangan rombongan, sambil makan sambil menjauh.
Peneliti Bekantan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Hadi Sukadi Alikodra mengungkapkan bahwa sekitar 300 ekor bekantan yang hidup di sekitar kawasan pertambangan dan perkebunan sawit di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, sempat mengalami stres akibat kebakaran lahan.
Menurut Alikodra di Banjarmasin, bekantan yang sebelumnya hidup di kawasan konservasi dan ekowisata yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tapin bersama perusahaan tambang PT AGM terpaksa harus mencari rumah baru untuk melanjutkan hidup.
“Pada saat kebakaran lahan, seluruh bekantan yang ada di kawasan konservasi harus lari menyeberang sungai, untuk menyelamatkan diri,” katanya.
Pada musim kemarau 2014, kebakaran lahan cukup besar terjadi di kawasan perkebunan sawit, hingga membakar puluhan hektare kawasan konservasi, tempat para bekantan tersebut hidup.
Petugas dari beberapa perusahaan yang ada di sekitar wilayah tersebut, bisa memblok beberapa bagian kawasan, sehingga tidak ikut terbakar, sehingga bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan hidup para bekantan.
Saat ini, para bekantan tersebut, kembali hidup dan berkembang biak, di kawasan hutan Galam dan Pulantan yang ada di sepanjang pinggiran sungai di wilayah Lawahan atau Muning, Kabupaten Tapin.
Sementara peneliti Bekantan dari Universitas Lambung Mangkurat Profesor Arif Soendjoto mengatakan, kini Bekantan tersebut juga makan rumput, kemungkinan karena makanan berupa daun Pulantan dan daun Galam tidak mencukup lagi.
Mempertahankan keberadaan hewan endemik khas Kalimantan tersebut, Pemkab Tapin bersama PT AGM menyiapkan lahan untuk konservasi Bekantan.
Dalam rangka melindungi habitat Bekantan, Pemkab Tapin menerbitkan Surat Nomor 188.45/060/KUM/2014 tentang Penetapan Kawasan Bernilai Penting bagi Konservasi Spesies Bekantan.
Pengembangan ekowisata Bekantan benbentuk tim yang berasal pemerintah daerah, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), WWF dan PT AGM.
“Wilayah Ekowisata Bekantan ini dibangun di lahan seluas 90 hektare di kanal PT AGM, kami harap selain PT AGM, penyelamatan habitat Bekantan juga menggandeng perusahaan lainnya,” kata Deputi Direktur Umum PT AGM Budi Karya Yugi Budi.
Menurut Budi Karya Yugi perusahaan bersedia mengeluarkan uang miliaran rupiah hanya untuk konservasi lahan rawa yang rusak akibat terbakar dan merusak habitat kera yang menjadi maskot Kalsel tersebut.
“Kami kini sedang melakukan rehabilitasi di lahan rawa yang tadinya ditumbuhi hutan galam dan kayu Pulantan yang rusak akibat terbakar masa musim kemarau lalu, untuk menyelamatkan kera Bekantan itu,” katanya.
Menurut dia, rehabilitasi di lahan konservasi tersebut adalah berasal dari dana CSR perusahaan untuk melakukan penghijauan, penanaman kembali bibit Galam, Pulantan, Lkut, dan tanaman hutan rawa lainnya.
Melalui penanaman kembali tersebut, akan merehabilitasi pohon yang rusak yang terbakar dan kini sudah berdaun muda untuk makanan satwa Bekantan, sehingga sekitar 300 ekor bekantan di kawasan tersebut bisa diselamatkan.
Bahkan kawasan tersebut akan dijadikan lokasi ekowisata dan ternyata hal tersebut direspon oleh Pemerintah Kabupaten Tapin hingga menetapkan kawasan Desa Tandui dan Lawahan menjadi kawasan ekowisata.
Kawasan yang ditetapkan menjadi ekowisata oleh pemerintah setempat seluas 90 hektare, artinya jika perusahaan merehabilitasi lahan 16 hektare berarti ada luasan 74 hektare yang menjadi tanggungjawab pemerintah setempat merehabilitasinya.
bekantan2
Untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai wilayah ekowisata PT AGM sudah membuatkan dermaga “klotok” (perahu motor tempel) ke wilayah tersebut, sekaligus menyediakan sarana jalan kaki sekaligus menara pantau.
“Kita ingin pengunjung tak bersentuhan langsung atau berdekatan dengan Bekantan karena satwa tersebut terlalu pemalu atau penakut dengan pengunjung, karena itu kita sediakan menara pantau saja, mulai menara pantau itulah pengunjung bisa menyaksikan kehidupan kera endemik pulau Borneo tersebut,” katanya.
Mengutip keterangan Pemkab setempat, Budi Karya Yugi menuturkan kedepan selain bisa dilalui melalui wisata susur sungai, juga akan disediakan jalan darat dari Jalan A yani kabupaten itu hingga ke lokasi, sehingga pengunjung bisa pakai mobil.
Ia mengharapkan dengan adanya konservasi tersebut akan menjadikan wilayah yang berada dekat dengan kanal pengangkutan batubara PT AGM tersebut menjadi objek wisata andalan Kabupaten Tapin, bahkan Kalsel, karena disitulah habitat Bekantan terbanyak.
Secara terpisah Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) yang dipimpin ketuanya Amalia Rezeki menyatakan kegembiraannya adanya rehabilitasi lahan rawa oleh perusahaan swasta untuk menyelamatkan satwa kera hidung besar Bekantan (Nasalislarvatus) dari kepunahan.
“Kami mengajak siapapun untuk berkomitmen menyelamatkan satwa Bekantan, dan ternyata itu sudah direspons perusahaan swasta PT AGM,” kata Amalia Rezeki kepada pers di Banjarmasin, Kamis.
Didampingi pendiri SBI Feri, Amalia Rezeki menuturkan sejak ditetapkannya Bekantan sebagai maskot Provinsi Kalimantan Selatan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, melalui persetujuan DPRD tanggal 28 Maret 1990 berarti sudah 25 tahun bekantan yang menjadi ikon kebanggaan, namun demikian perhatian terhadap bekantan dirasakan belum optimal.
Oleh karena itu dengan adanya kesediaan swasta tersebut mengkonservasi lahan diharapkan akan memancing perusahaan lain berbuat serupa, walau dana yang digunakan melalui dana CSR perusahaan, tambahnya.
Read more ...

REFERENSI WISATA EROPA

Friday, March 13, 2015
Rupiah yang melemah,  nilai tukar Euro sedang rendah dan harga tiket pesawat pun diprediksi akan turun. Maka inilah saat yang tepat untuk melalukan perjalanan wisata ke Eropa.Berikut ini beberapa wisata yang bisa menjadi bahan referenasi anda untuk beriwisata ke eropa dari sisi harga hotel.
Biasanya hotel  murah ditawarkan pada bulan Februari, bulan terbaik untuk berwisata ke eropa


10. Athena, Yunani
Rata-rata sewa: 66 dolar AS/malam (sekitar Rp 870.000)

9. Alicante, Spanyol.
Rata-Rata sewa: 66 dolar AS/malam (sekitar Rp 870.000)

8. Valencia, Spanyol
Rata-Rata sewa: 64 dolar AS/malam (sekitar Rp 844.000)

7. Granada, Spanyol
Rata-Rata sewa: 64 dolar AS/malam (sekitar Rp 844.000)

6. Tenerife, Spanyol
Rata-Rata sewa: 63 dolar AS/malam (sekitar Rp 831.000)

5. Krakow, Polandia
Rata-Rata sewa: 61 dolar AS/malam (sekitar Rp 804.000)

4. Budapest, Hungaria
Rata-Rata sewa: 54 dolar AS/malam (sekitar Rp 711.000)

3. Zagreb, Kroasia
Rata-Rata sewa: 51 dolar AS/malam (sekitar Rp 672.000)

2. Belgrade, Serbia
Rata-Rata sewa: 48 dolar AS/malam (sekitar Rp 632.000)

1. Warsawa, Polandia
Rata-Rata sewa: 47 dolar AS/malam (sektiar Rp 619.000)

informasi tour ke eropa. 085215568772

Penulis: Callista Oktavia Lembing
Editor : Ni Luh Made Pertiwi F
Sumber: The Huffington Post 
Read more ...